Beranda Video TGB Profil TGB

Penguji Doktoral TGB Sebut Beliau Layak Mendapatkan 10 Gelar Doktor Tafsir Al-Qur'an

A
Admin Kontributor Warta
271 Dilihat
Penguji Doktoral TGB Sebut Beliau Layak Mendapatkan 10 Gelar Doktor Tafsir Al-Qur'an

PANCOR, LOMBOK TIMUR – Penguji disertasi doktoral Dr. Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) di Universitas Al-Azhar, Mesir, menyebut beliau layak mendapatkan 10 kali lipat gelar doktor atas disertasi yang mengkaji sekitar 10 juz Al-Qur'an. Persaksian tersebut disampaikan Dr. Abdul Aziz Sukarnawadi, yang hadir langsung dalam sidang doktoral TGB pada 2011.

Kisah itu diungkapkan TGH. Dr. Abdul Aziz Sukarnawadi saat bedah buku Tafsir Hubbul Wathan karya TGB di Musholla Al-Abror, Pancor, Kamis, 10 September 2026.

Dr. Abdul Aziz mengaku hadir langsung dalam sidang disertasi doktoral TGB dan mendapat amanah sebagai bagian dari panitia munaqasyah. Saat itu, ia menyaksikan sendiri proses akademik TGB yang meneliti manuskrip kitab tafsir klasik karya Syeikhul Islam Syamsuddin Ahmad bin Kamal Basya.

“Dulu, pada tahun 2011, waktu itu guru kita (red. TGB) mengikuti sidang disertasi doktoral beliau. Beliau meneliti dan menganalisis tentang salah satu manuskrip kitab tafsir klasik, yakni Tafsir Syeikhul Islam Syamsuddin Ahmad bin Kamal Basya, seorang ulama yang wafat sekitar tahun 900-an Masehi, dari Surah An-Nahl sampai Surah As-Saffat. Sekitar 10 juz Al-Qur'an,” ungkap Dr. Abdul Aziz.

Ia kemudian menceritakan pengakuan salah seorang penguji disertasi TGB yang merupakan ulama Al-Azhar. Menurut penguji tersebut, mahasiswa doktoral yang mengkaji Tafsir Ibnu Kamal Basya, baik sebelum maupun sesudah TGB, rata-rata hanya meneliti satu juz untuk meraih gelar doktor.

Mahasiswa-mahasiswa tersebut berasal dari berbagai negara, termasuk Mesir sendiri. Sementara itu, TGB mengkaji dan menganalisis sekitar 10 juz sekaligus.

“Ketika itu, saya hadir dan juga mendapatkan amanah sebagai bagian dari panitia munaqasyah beliau, mendengar langsung pernyataan dan pengakuan dari salah seorang munaqisy atau salah seorang penguji, yang tentunya merupakan seorang ulama Al-Azhar waktu itu, menyampaikan bahwa mahasiswa-mahasiswa doktoral sebelumnya maupun sesudahnya, yang mengkaji tentang Tafsir Ibnu Kamal Basya ini, rata-rata mengkaji atau menganalisis satu juz saja daripada Tafsir Ibnu Kamal Basya untuk meraih gelar doktor, dan itu dari berbagai negara, termasuk dari negara Mesir sendiri,” tuturnya.

Perbedaan cakupan penelitian tersebut menjadi hal yang mendapat perhatian dari penguji disertasi TGB. Dr. Abdul Aziz mengingat betul pernyataan yang disampaikan penguji tersebut saat sidang berlangsung.

“Namun, guru besar kita, Tuan Guru Bajang, mengkaji, menganalisis 10 juz sekaligus. Sehingga, yang tiang (baca: saya) dengar sendiri saat itu dan banyak mendengar saat itu, sang penguji mengatakan bahwa sebelum dan sesudahnya saya menguji disertasi seperti ini untuk program doktor, maka sudah sepatutnya Tuan Guru Bajang dengan disertasi ini dianugerahi 10 kali lipat gelar doktor,” lanjutnya.

“Ini suatu kebanggaan bagi kita semua,” tambah Dr. Abdul Aziz.

Yang menarik, TGB menyelesaikan studi doktoralnya tersebut ketika sedang menjabat sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat periode pertama, yakni 2008–2013.

Artinya, di tengah kesibukannya memimpin pemerintahan daerah, TGB masih memiliki waktu untuk menyusun sendiri disertasinya. Tanggung jawab sebagai gubernur tidak menghentikannya untuk terus mendalami ilmu pengetahuan dan menyelesaikan penelitian akademik di bidang tafsir Al-Qur'an.

Persaksian Dr. Abdul Aziz Sukarnawadi ini menjadi gambaran tentang ketekunan TGB dalam menempuh pendidikan tinggi. Disertasi yang mencakup sekitar 10 juz tafsir al Qur'an tersebut diselesaikan di tengah tanggung jawab besar sebagai kepala daerah.

Kisah ini menjadi pelajaran bahwa kesibukan dalam menjalankan amanah tidak harus menjadi alasan untuk berhenti belajar. Ketekunan, kedisiplinan, dan kesungguhan dalam menuntut ilmu dapat menjadi bekal penting dalam menjalankan berbagai tanggung jawab kehidupan. (Admin Fans Dr. TGB)

Komentar Pembaca

Z

ZULQARNAIN Al Pansyuri

23 Sep 2026, 04:22 WITA (diedit)

Masyaa Allaah , inspiratif.....