Beranda Video TGB Profil TGB

Jejak TGB dalam Proses Hadirnya Bandara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid

A
Admin Kontributor Warta
137 Dilihat
Jejak TGB dalam Proses Hadirnya Bandara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid

Bandara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) di Kabupaten Lombok Tengah merupakan salah satu infrastruktur penting bagi Nusa Tenggara Barat. Kehadiran bandara ini merupakan hasil proses pembangunan yang berlangsung selama beberapa tahun dan melibatkan pemerintah pusat serta pemerintah daerah.

Dalam proses tersebut, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi atau TGB memiliki peran penting pada saat menjabat sebagai Gubernur NTB periode 2008–2018. TGB memimpin NTB ketika pembangunan Bandara Internasional Lombok memasuki tahap penyelesaian hingga mulai beroperasi pada 2011.

Pembangunan Bandara Baru Lombok
Rencana pembangunan bandara baru di Lombok sudah dimulai sebelum TGB menjadi gubernur. Pemerintah daerah telah melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan bandara di Kabupaten Lombok Tengah sejak 1990-an.

Pembangunan kemudian memasuki tahap groundbreaking pada 30 November 2005. Pembangunan fisik Bandara Internasional Lombok berlangsung pada periode berikutnya dan TGB menjadi Gubernur NTB sejak 2008.

Pada masa pemerintahan TGB, pembangunan bandara memasuki tahap penyelesaian. Pemerintah Provinsi NTB juga terlibat dalam penyediaan dukungan pembiayaan dan infrastruktur pendukung bersama pemerintah pusat, PT Angkasa Pura I, dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.

Berdasarkan laporan Kementerian Perhubungan tahun 2011, pembangunan Bandara Internasional Lombok membutuhkan anggaran sekitar Rp945 miliar. Pembiayaan tersebut melibatkan PT Angkasa Pura I, Pemerintah Provinsi NTB, dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.

Mulai Beroperasi pada 2011

Bandara Internasional Lombok mulai beroperasi pada 1 Oktober 2011. Pengoperasian tersebut sekaligus mengakhiri operasional penerbangan komersial utama dari Bandara Selaparang di Mataram.

Pesawat Garuda Indonesia menjadi salah satu pesawat pertama yang mendarat di bandara tersebut dari Jakarta. Dalam penerbangan tersebut terdapat Gubernur NTB TGB. Muhammad Zainul Majdi bersama sejumlah pejabat dan tokoh NTB.

Selanjutnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Bandara Internasional Lombok pada 20 Oktober 2011 di Tanak Awu, Kabupaten Lombok Tengah.

Peresmian tersebut berlangsung ketika TGB masih menjabat sebagai Gubernur NTB periode pertama.

TGB Mendorong Pengembangan Runway

Dalam momentum peresmian tersebut, TGB tidak hanya menyampaikan mengenai operasional bandara. Ia juga mengusulkan pengembangan fasilitas bandara, khususnya perpanjangan landasan pacu.

Saat itu, TGB mengusulkan agar runway Bandara Internasional Lombok diperpanjang dari sekitar 2.750 meter menjadi 3.000 meter. Perpanjangan tersebut diperlukan agar bandara dapat melayani pesawat yang lebih besar.

Usulan tersebut mendapat persetujuan Presiden SBY. Pemerintah kemudian mendorong pengembangan landasan pacu Bandara Internasional Lombok.

TGB juga menyampaikan kebutuhan agar bandara dapat mendukung penerbangan jamaah haji dari NTB serta mendukung peningkatan konektivitas daerah.

Bandara untuk Mendukung Pariwisata NTB

Pemerintah Provinsi NTB pada masa TGB juga menempatkan Bandara Internasional Lombok sebagai bagian dari pengembangan ekonomi dan pariwisata.

Bandara tersebut memberikan akses yang lebih baik menuju berbagai kawasan wisata di Pulau Lombok, termasuk kawasan Lombok Selatan.

Pada periode yang sama, pemerintah pusat dan pemerintah daerah mendorong pengembangan kawasan Mandalika. Keberadaan bandara internasional menjadi salah satu infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan kawasan pariwisata tersebut.

Karena itu, pembangunan dan pengembangan BIL tidak hanya berkaitan dengan transportasi udara, tetapi juga dengan agenda pengembangan ekonomi dan pariwisata NTB.

Perubahan Nama Menjadi Zainuddin Abdul Madjid

Setelah beberapa tahun beroperasi, Bandara Internasional Lombok mengalami perubahan nama.

Pada 2018, Menteri Perhubungan menerbitkan Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KP 1421 Tahun 2018 tentang Perubahan Nama Bandar Udara Internasional Lombok Menjadi Bandar Udara Zainuddin Abdul Madjid di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Keputusan tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menggunakan nama Zainuddin Abdul Madjid untuk bandara tersebut.

Nama yang dipilih adalah TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, pendiri Nahdlatul Wathan yang pada 2017 dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Republik Indonesia.

Perubahan nama bandara tersebut sempat menimbulkan perdebatan di NTB. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah ketika itu menyampaikan keberatan terkait proses perubahan nama dan meminta adanya pembahasan lebih lanjut.

Pada 2019, Pemerintah Provinsi NTB kembali meminta DPRD NTB memberikan rekomendasi terkait pelaksanaan keputusan Menteri Perhubungan tersebut.

DPRD NTB kemudian melakukan pembahasan melalui pimpinan DPRD, pimpinan fraksi, dan pimpinan komisi.

Hasil pembahasan tersebut dibawa dalam rapat paripurna DPRD NTB pada 29 Januari 2020.

Dalam rapat tersebut, DPRD NTB menyetujui dan memberikan rekomendasi pelaksanaan perubahan nama Bandara Internasional Lombok menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid.

Rekomendasi DPRD tersebut tercantum dalam surat Nomor 007/108/DPRD/2020.

DPRD meminta Pemerintah Provinsi NTB melaksanakan keputusan Menteri Perhubungan tersebut dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. DPRD juga meminta pemerintah daerah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, pengelola bandara, serta maskapai penerbangan.

Diperkuat dalam Dokumen Kementerian Perhubungan

Setelah Kepmenhub KP 1421 Tahun 2018, nama Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid kembali digunakan dalam dokumen resmi Kementerian Perhubungan.

Salah satunya adalah Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 217 Tahun 2019 tentang Rencana Induk Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Keputusan tersebut ditetapkan pada 17 Oktober 2019.

Penggunaan nama tersebut juga berlanjut dalam regulasi pemerintah berikutnya. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 37 Tahun 2025 tentang Penetapan Bandar Udara Internasional mencantumkan Bandar Udara Zainuddin Abdul Madjid di Kabupaten Lombok Tengah sebagai salah satu bandar udara internasional Indonesia.

Dengan demikian, nama Zainuddin Abdul Madjid saat ini telah menjadi nomenklatur resmi dalam dokumen pemerintah untuk bandara internasional di Lombok.

Posisi TGB dalam Sejarah BIZAM

Jika melihat kronologi pembangunan secara keseluruhan, pembangunan Bandara Internasional Lombok memang sudah dirintis sebelum TGB menjadi Gubernur NTB.

Namun, TGB memimpin NTB ketika proyek tersebut memasuki tahap pembangunan akhir dan kemudian mulai beroperasi pada 2011.

Pada masa kepemimpinannya, pemerintah daerah ikut mendukung penyelesaian pembangunan bandara, mendorong pengembangan fasilitas, serta mengarahkan pemanfaatan bandara untuk mendukung pariwisata dan ekonomi NTB. (Admin Fans Dr. TGB

Komentar Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!