TGB Bawa NTB Keluar Dari Predikat Provinsi Tertinggal
Perubahan besar tidak selalu dimulai dari langkah yang besar. Ada kalanya, perubahan justru hadir melalui kerja yang dilakukan secara konsisten, sedikit demi sedikit, hingga hasilnya mulai terlihat.
Itulah salah satu gambaran perjalanan NTB selama dua periode kepemimpinan Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi atau TGB sebagai gubernur. Salah satu indikator yang dapat melihat perubahan tersebut adalah angka kemiskinan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Maret 2008, sebelum TGB memulai masa kepemimpinannya, persentase penduduk miskin di NTB berada di angka 19,73 persen. Angka tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata kemiskinan nasional yang berada di angka 18,93 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa NTB ketika itu menghadapi pekerjaan rumah yang tidak ringan. Persoalan kemiskinan membutuhkan kebijakan yang tepat, pembangunan yang berkelanjutan, sekaligus perhatian terhadap kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.
Dalam kondisi seperti itu, kepemimpinan tidak cukup hanya berbicara tentang target. Yang lebih penting adalah memastikan program pembangunan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
Selama dua periode memimpin NTB, TGB menjalankan berbagai ikhtiar pembangunan yang secara bertahap ikut mendorong perbaikan kondisi sosial dan ekonomi daerah. Penurunan angka kemiskinan menjadi salah satu indikator bahwa proses tersebut memberikan hasil.
Perjalanan itu juga menunjukkan bahwa membangun daerah tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Dibutuhkan kesinambungan kebijakan, keberanian mengambil keputusan, serta kesediaan untuk terus memperbaiki kekurangan.
NTB memang masih menghadapi berbagai persoalan. Namun, capaian pada masa itu memberikan satu pelajaran penting: sebuah daerah dapat bergerak ke arah yang lebih baik ketika pembangunan dilakukan secara konsisten dan berorientasi pada masyarakat.
Bagi TGB, kepemimpinan bukan sekadar tentang meninggalkan jabatan dengan berbagai penghargaan. Lebih dari itu, ukuran keberhasilan seorang pemimpin dapat dilihat dari perubahan yang dirasakan masyarakat dan kondisi daerah yang ditinggalkannya.
Dari angka 19,73 persen pada awal kepemimpinannya, perjalanan NTB menunjukkan bahwa perubahan itu mungkin dilakukan. Tidak selalu cepat, tetapi bisa dicapai melalui kerja yang terus dilakukan dari waktu ke waktu. (Admin Fans Dr. TGB)
Komentar Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!