Beranda Video TGB Profil TGB

TGB Isi Tabligh Akbar di Hari Jadi Kabupaten Lombok Timur ke-131

A
Admin Kontributor Warta
17 Dilihat
TGB Isi Tabligh Akbar di Hari Jadi Kabupaten Lombok Timur ke-131

LOMBOK TIMUR — Ketua Umum PB NWDI Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi menyampaikan empat pesan utama yang menjadi modal penting bagi Lombok Timur untuk terus berkembang. Pesan itu disampaikan saat mengisi Tabligh Akbar Hari Jadi Lombok Timur ke-131 di Taman Tugu Selong, Senin (31/8/2026).

Pertama, cinta terhadap ilmu. TGB menilai tradisi pendidikan masyarakat Lombok Timur terlihat dari banyaknya putra-putri daerah yang menempuh pendidikan hingga ke berbagai daerah dan luar negeri.

TGB mengenang pengalamannya saat belajar di Mesir pada 1991. Saat itu, ia banyak bertemu mahasiswa asal NTB di Al Azhar yang sebagian besar berasal dari Lombok Timur.

“Ketika saya sampai di Mesir, saya lihat dan berjumpa dengan mahasiswa Al Azhar yang berasal dari NTB, ternyata paling banyak asalnya dari Lombok Timur,” ungkapnya.

Menurut mantan gubernur NTB 2 periode itu, ilmu merupakan syarat utama bagi kemajuan sebuah masyarakat.

“Tidak ada ceritanya masyarakat bisa maju dengan sebenar-benarnya kemajuan tanpa ilmu,” tegasnya.

Kedua, berani merantau. Rektor IAIH Pancor itu mendorong generasi muda Lombok Timur untuk berani keluar dari daerah, mencari ilmu dan pengalaman, kemudian membawa hasilnya pulang untuk membangun daerah.

“Anak-anak Lombok Timur harus pergi ke tempat-tempat yang jauh, belajar. Nanti pulang, bangun Lombok Timur,” pesannya.

Ketiga, terbuka terhadap orang lain. Menurut TGB, keterbukaan masyarakat Lombok Timur terlihat dari kemampuan mereka hidup berdampingan dengan berbagai kelompok masyarakat. Ia mencontohkan keberadaan masyarakat keturunan Bugis di Tanjung Luar, Labuhan Lombok dan Keruak yang telah hidup bersama masyarakat setempat selama puluhan bahkan ratusan tahun.

“Siapa pun yang datang ke Lombok Timur, kita terima sebagai tamu. Walaupun dia tidak lahir di Lombok Timur, hakikatnya dia bagian dari kita sebagai masyarakat Lombok Timur,” katanya.

Keempat, berani membela kebenaran. TGB menyebut keberanian tersebut juga tercermin dalam sejarah perjuangan masyarakat Lombok Timur melawan penjajahan, termasuk perlawanan di Sakra dan Peneda Gandor.

“Orang Lombok Timur juga punya sifat berani membela kebenaran,” ujarnya.

TGB menilai keempat karakter tersebut merupakan modal sosial yang berharga bagi Lombok Timur. Tantangannya adalah bagaimana nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu itu terus dijaga dan diterapkan oleh generasi sekarang untuk membawa Lombok Timur semakin maju. (Admin Fans Dr. TGB)

Komentar Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!