Menyaksikan TGB di Luar NTB
Di Nusa Tenggara Barat (NTB), melihat antusiasme masyarakat menghadiri pengajian Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi bukanlah pemandangan yang asing. Selain dikenal sebagai cucu ulama besar TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, TGB pernah menjabat Gubernur NTB selama dua periode dan kini memimpin Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), organisasi Islam dengan basis jamaah yang besar di NTB.
Namun, bagaimana dengan sambutan masyarakat ketika TGB berdakwah jauh dari tanah kelahirannya?
Penulis bersyukur bisa menjadi salah satu dari sekian banyak saksi hidup yang berkesempatan mengikuti Safari Dakwah Nusantara TGB sejak 2018, dari Aceh hingga Papua. Dalam perjalanan itu, penulis menyaksikan sendiri bagaimana antusiasme masyarakat di berbagai daerah yang tidak kalah dengan sambutan jamaah di NTB.
Di setiap titik pengajian, masyarakat datang untuk menyimak tausiyah dan mengikuti kajian yang disampaikan TGB: Keislaman dan Kebangsaan. Menyaksikan langsung pemandangan tersebut kerap membuat penulis merinding. Ada rasa haru ketika melihat seorang ulama dari Lombok mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang berada begitu jauh dari daerah asalnya.
Dalam setiap pengajian yang penulis ikuti, TGB konsisten menyampaikan materi keagamaan dan kebangsaan dengan berfokus pada ilmu. Beliau tidak pernah menjadikan ujaran kebencian sebagai bagian dari dakwahnya. Selalu teduh dan meneduhkan.
TGB juga tidak menjadikan nasab keluarganya sebagai alasan untuk mengagungkan diri. Padahal, beliau merupakan cucu pahlawan nasional Maulanasyeikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, ulama besar yang mewariskan perjuangan pendidikan dan dakwah bagi umat.
Penulis memiliki keyakinan bahwa Allah SWT meninggikan derajat TGB dan mengharumkan namanya melalui jalur ilmu. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Mujadilah ayat 11:
“Allah niscaya akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
TGB memiliki nasab yang mulia dari Maulanasyeikh, tetapi beliau juga menunjukkan bahwa warisan kebesaran itu harus dirawat dengan ilmu dan pengabdian. Sebab, nasab mungkin dapat menjelaskan dari mana seseorang berasal, tetapi ilmu dan amalnya yang akan menentukan seberapa luas manfaat yang dapat ia berikan. (Admin Fans Dr. TGB)
Komentar Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!