Mengaku Pernah Ikhtilaf dengan TGB, UAS: Tidak Pernah Ada Kata-Kata Kasar
PANCOR, LOMBOK TIMUR — Ustaz Abdul Somad (UAS) mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengalami ikhtilaf atau perbedaan pandangan dengan Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. Muhammad Zainul Majdi. Namun, menurut UAS, perbedaan tersebut tidak pernah membuat keduanya saling melontarkan kata-kata kasar maupun melakukan serangan secara personal.
"Kalau mau lihat sifat asli teman, bukan waktu kita sedang baik. Tetapi ketika kita sedang ikhtilaf. Di saat ikhtilaf itulah baru keluar sifat asli teman," kata UAS di hadapan jamaah NWDI dalam momentum Hultah NWDI ke-91 dan Haul Maulanasyaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid ke-29 di Pancor, Lombok Timur, Ahad, 13 September 2026.
Meskipun UAS mengakui bahwa dirinya pernah berbeda pandangan dengan TGB, namun ia menegaskan bahwa perbedaan tersebut tidak pernah sampai membuat hubungan keduanya diwarnai perkataan kasar ataupun saling melemparkan serangan terhadap pribadi masing-masing.
"Memangnya ustaz pernah ikhtilaf dengan Tuan Guru Bajang? Pernah. Tapi tidak pernah ada kata-kata kasar. Tidak pernah menyerang," ungkap UAS.
Menurut UAS, perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan bagi seseorang untuk memutus persaudaraan. Sebaliknya, ketika perbedaan dapat dilewati dan seseorang tetap mampu berjalan bersama dalam kebaikan, hubungan tersebut justru menunjukkan kualitas persahabatan yang sesungguhnya.
"Dan ketika kita bisa berjalan bersama di jalan Allah SWT. Maka berteman, bersaudara di dunia, mudah-mudahan hingga ke syurga," lanjutnya.
TGB dan UAS pernah berada dalam pilihan politik yang berbeda, khususnya pada Pilpres 2019 dan kembali memiliki pilihan yang berbeda pada Pilpres 2024.
Pada Pilpres 2019, TGB secara terbuka memberikan dukungan kepada pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Sikap tersebut berbeda dengan UAS yang saat itu mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Meski berbeda pilihan, hubungan personal keduanya tidak kemudian berubah menjadi permusuhan. Pada masa itu, TGB bahkan tetap menyebut UAS sebagai sahabat baiknya. Perbedaan pilihan politik ditempatkan sebagai bagian dari dinamika demokrasi, bukan alasan untuk menghilangkan hubungan persaudaraan.
Pada Pilpres 2024, perbedaan pilihan kembali terjadi. UAS yang sebelumnya mendukung Prabowo-Sandiaga pada 2019, kali ini menyatakan dukungannya kepada pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Sementara itu, dinamika politik di NTB kembali memperlihatkan adanya perbedaan pilihan di antara berbagai kelompok dan tokoh.
Dua momentum Pilpres tersebut menunjukkan bahwa perbedaan pilihan politik bukan sesuatu yang baru dalam relasi TGB dan UAS. Namun, sebagaimana ditegaskan UAS dalam ceramahnya di Pancor, perbedaan tersebut tidak pernah menjadi alasan untuk menggunakan kata-kata kasar ataupun menyerang secara personal.
Dalam kesempatan tersebut, UAS juga menyampaikan kekagumannya terhadap pribadi TGB. Ia bahkan mengaku sempat termenung ketika melihat sosok TGB.
"Saya lama termenung. Saya aja yang laki-laki, terpukau dengan TGB. Apalagi perempuan," kata UAS disambut perhatian jamaah.
UAS kemudian memuji TGB sebagai sosok yang menurutnya memiliki karakter luar biasa, terutama dalam menjaga kesetiaan.
"Tapi beliau ini orangnya masyaAllah. Beliau setia. Luar biasa," ujarnya.
Di hadapan jamaah NWDI, UAS juga menyampaikan doa untuk TGB dan keluarganya agar senantiasa diberikan kehidupan keluarga yang penuh ketenteraman dan keberkahan.
"Kita doakan beliau beserta keluarga, sakinah, mawaddah, warohmah," kata UAS.
Pengalaman UAS dan TGB juga memberikan gambaran bahwa perbedaan pilihan politik dalam dua Pilpres tidak harus berujung pada keretakan hubungan personal. Pilihan politik dapat berbeda, tetapi adab, penghormatan dan persaudaraan tetap dapat dijaga.
Di tengah masyarakat yang kerap menjadikan perbedaan politik sebagai sumber pertentangan, pesan UAS dari Pancor tersebut menekankan satu hal: berbeda pilihan bukan berarti harus bermusuhan. (Admin Fans Dr. TGB)
Komentar Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!